Mana yang lebih utama, Vocabulary atau Grammar untuk Bisa Berbahasa Inggris?

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang sangat ingin dikuasi oleh banyak orang, berapa banyak kita lihat orang berbondong bondong mencari tempat kursus untuk bisa berbicara bahasa inggris dengan lancar untuk berbagai kepentingan, baik itu kepentingan kerja ataupun kepentingan dalam dunia kependidikan.

Kalau kita datang dalam lembaga kursus bahasa Inggris, tentunya kita akan ditanyai oleh pihak receptionist ingin  fokus belajar dibidang apa, toefl, conversation atu english grammar? Sebenarnya tidak ada masalah untuk ketiga hal spesifikasi tersebut. Kita boleh memilih yang mana saja sesuai kemampuan dan level kemampuan bahasa kita. Pada hakikatnya tujuan utama nya adalah bisa bahasa inggris, baik itu speaking, written dan listening.

Lalu pertanyaannya, bagaimana agar bisa lancar dan fasih dalam bahasa Inggris yang tidak membingungkan? Jawabannya adalah jangan terlalu banyak mempelajari grammar. Sedikit aneh memang. Grammar terbilang satu unsur yang penting jika kita ingin lulus ujian seperi toefl misalnya. Namun jika ingin cepat bisa berbicara bahasa inggris maka cobalah untuk meninggalkan masalah grammar terlebih dahulu. Karena dari berbagai kasus grammar hanya akan memperlambat dan membingunkan kita, karena yang akan menjadi titik acuan hanyalah aturan bagaimana untuk menulis kalimat bukan bagaimana mengucapkan kalimat secara natural seperti native speaker. Perlu diketahui native speaker hanya memahami sedikit tentang grammar, namun mereka fasih dan bisa berkomunikasi dengan efektif. Pada intinya perbanyaklah vocabulary, bayangkan bagaimana anda bisa berkomunikasi dengan lancar jika anda tidak tau kata yang ingin anda ucapkan, inilah mengapa vocabulary ini adalah kunci komunikasi berbahasa inggris yang efektif. Jika vocabulary sudah banyak maka sangat mudah untuk berkomunikasi, apalagi sekedar menyambung kalimat. [Ade Sundari]